Hei hei gadis si pacarnya tembok! Apa kabar? Masih jadi pengagum rahasia si tembok? Aku tau masih. Karena katamu mengobrol dengannya merupakan kebahagiaan. Dan itu cara sederhana untuk bahagia
Tampilkan postingan dengan label Surat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surat. Tampilkan semua postingan
Minggu, 25 Oktober 2015
Jumat, 27 Februari 2015
Hijabers Mblaem Mblaem
Heh emak
emak rumpi gimana kabar kalian?
Eh.. Gak
salah kan aku nanya gimana kabar kalian? Toh aku emang beneran gak tau kabar
kalian seperti apa sekarang, kita udah jarang dan bisa di bilang gak pernah
lagi ngumpul bareng. Sekalinya ngumpul cuma di kampus, itu juga pas ada seminar
aja. Huh L
Bahkan
sekarang aku gak tau lagi update terbaru dari kalian sekarang, mungkin salah
satu dari kalian ada yang udah berencana nikah atau mungkin udah tunangan?
Hahahaha.. padahal kalo di inget-inget gak ada satu kabar dari kita yang
terlewat sedikitpun, kalian gak kangen??
Selasa, 24 Februari 2015
Surat Untuk Ayah
Kepada Surayah @pidibaiq
Hai ayah,
Yah, kau harus tau. Dari awal aku ikutan proyek #30harimenulissuratcinta
ini aku kepingin kirim satu surat cinta untuk Ayah, tapi gak pernah bisa
kesampaian. Karna memang benar kata Ayah “sebuah karya akan sulit di ciptakan
jika kau ingin terlihat keren” begitu lah kira-kira.
Dan ternyata memang benar. Kemarin-marin aku ingin terlihat
keren (walaupun sebenarnya aku memang keren, hahahaha). Aku ingin menulis sepucuk
surat cinta yang seenggaknya gak biasa aja buat di baca sama Surayah. Aku
maunya kirim apa kek, puisi gitu, atau sebuah surat cinta nan romantis atau
apalah itu. Eh tapi gak bisa, ujung-ujungnya suratku begini lagi begini lagi. Surat
dengan gaya bahasa ala-ala orang luar planet bumi a.k.a Bekasi dan dengan topik
pembahasan yang merembet kemana aja. Contohnya ini, kalimat pembuka aja sampe 2
paragraf hahahaha.
Selasa, 17 Februari 2015
Asmaul Husna
Bismillahirohmanirrohim
Kepada
Tuhanku, Allah SWT,
Ya
Allah, surat ini bukan surat kecil untuk-Mu dari seorang anak yang sedang
terserang penyakit kanker ganas, karena itu sudah terjadi di film, surat ini
ditulis dari seorang anak yang hanya ingin berdoa dengan caranya sendiri, dan
semoga di Amin-kan oleh semua orang yang membacanya.
Ya
Allah yang Maha Pengasih (Ar Rohman), kasihi-lah kami.
Ya
Allah yang Maha Penyayang (Ar Rohiim), sayangi-lah kami, meski mungkin sayang
kami kurang tulus. Namun sesungguhnya kami berusaha melakukannya dengan baik.
Ya
Allah yang Maha Merajai (Al Malik), bimbinglah kami sebagai hambamu yang tidak
berdaya ini, meski kami sering melupa dan lalai atas segala perintahmu. Maafkan
lah kami.
Jumat, 13 Februari 2015
Kepada Kalian yang Ku Sebut Mantan
Kepada Mantan
Hahahaha..
sebagai pembuka aku ingin tertawa. Bukannya malah menyapa. Maaf, bukan maksud
ingin menghina. Tapi entah apa reaksi pacarku setelah membaca surat yang ku
tujukan untuk kalian. Hahahaha kenapa aku sebut ‘kalian’ ? Karena kalian kan bukan
cuma satu. Hahahaha
Bagaimana kabar
kalian? Aku mengirim surat ini untuk kalian bukan ingin kembali ke masa lalu,
atau mengenang yang telah lama berlalu. Aku Cuma ingin menyapa, ingin berbaik
hati, sekedar silaturahmi, kepada kalian yang masih berhubungan baik denganku
hingga saat ini. yaa.. meski tidak pernah saling sapa padahal sama-sama sedang online
di facebook. Bahkan untuk chat pun gak akan ada yang mau mulai. Kalaupun aku
yang mulai, sudah pasti habis aku di cemberutin si pencemburuku. Hehehehe
Rabu, 11 Februari 2015
Aku Bukan Doraemon
Kepada kamu,
Hai kamu,
kamu tau kenapa judul surat ini Aku
Bukan Doraemon. Karena aku ingin mencoba menulis surat sesuai tema ke-2 di
hari ke-13 #30 hari menulis surat cinta, yaitu I Stand By You. Kenapa aku
kasih judul itu? Karena aku bukan doraemon yang harus diminta oleh Nobita untuk
tetap berada di sampingnya. Aku ingin tetap terus disampingmu, tanpa perlu kamu
menangis dan memohon, karena aku akan melakukannya dengan senang hati.
(insyaAllah) hehehe
Aku akan
berusaha semampuku untuk tetap terus bersamamu, Stand By You everywhere you go. Meskipun sebenarnya itu cuma ungkapan
harapan. Ungkapan keinginan ku yang ingin terus bersamamu dimanapun kamu
berada. Mustahil tentunya, karena jarak kita yang tak sebegitu jauh tapi
sungguh besar kiasannya. Kenapa, karena kata orang, aku tinggal jauh diluar
planet bumi. Hahaha tak apa, tapi dalam surat ini aku tak perlu tanya kabar
kan? karena kudengar bumimu, Jakarta, sedang mengapung! Hahahah.. tidak tidak,
aku tidak tertawa karena bumimu itu. Aku tertawa karena suratku yang mulai
berganti tema entah kemana. Hahahaha
Selasa, 10 Februari 2015
Kepada (et)iitsibarani(underscore)
Kepada @iitsibarani_
Hai mbak-mbak tukang pos cinta.. eh maap, hai ka (et)iitsibarani(underscore)
. Salam kenal. Aku penulis surat cinta
baru. Yang selalu mengharapkan kehadiranmu karena aku pelanggan setiamu. (Cuileh lebay.. hehe). Tapi aku memang begitu. Karena tanpamu, viewer’s blog ku cuma naik satu persatu
(Ciyaan L )
Ohiya aku belum sempat menanyakan kabar. gimana kabarmu kak?
Lelah menjadi tukang pos? Lelah ngasih tau ke para penulis surat yang suka
salah format? Lelah membacakan semua surat dan memilahnya untuk di masukan
kembali ke blog pos cinta? Mudah-mudahan nggak ya kak. Karena kepada siapa lagi
kami bergantung untuk mengirimkan surat-surat cinta (yang berakun T-W tentunya)
hohohohooo
Senin, 09 Februari 2015
Kepada Wanita Yang Sedang Menunggu
Kepada wanita
yang sedang menunggu tetaplah menunggu hingga waktumu tiba. Tetap panjatkan doa
pada Yang Maha Kuasa.. Sang Pemberi Segalanya.. tunggu-lah hingga dia datang. Seseorang
yang akan menyandingmu di pelaminan kelak.
Ku tahu
penantianmu sudah cukup panjang. Menunggu kepastian sang pangeran datang
menghapus keresahan yang selama ini menghantui hatimu pun orang tuamu siang dan
malam.
Kepada wanita
yang sedang menunggu. Jangan pernah lelah menunggu. Meski ku tahu menunggu itu
bosan. Bahkan akupun tak pernah suka menunggu. hehehe
Selasa, 03 Februari 2015
Surat pertama, Bos
Hai..
Bosse!
Aduuhh..
Sumpah aku deg deg-an mau nulis surat ini..
Soalnya
ini surat pertama aku.. Eh boong deng surat pertama mah. Ini surat pertama yang
aku kirim lewat pos cinta maksudnya. Ihiiwww...
Oh
iya.. Surat pertama ini aku tujukan kepada Bosse
yang ntah siapa dan dimana, salam kenal Bosse. Aku tau proyek ini sudah setahun
yang lalu. Ada niatan bangeeet mau ikutan, tapi takut, Bosse. Tulisan aku masih
berantakan (sekarang juga masih deng hehe). Aku terbilang newbie dalam bidang
nulis menulis di blog begini. Karena aku pertama bikin blog juga cuma buat buku
diary. Nge-buang uneg-uneg yang ga tau mau di buang kemana. Jadi kalo emang
kata-kata, isi, pembukaan, penutup dan segala macem sudut pandang dari surat ini
agak absurd maklumin aja ya bosse yaa..
Sabtu, 11 Januari 2014
Tiga
Dear My Love, Heretic Neid
aku juga pasti akan sabar menunggu hari itu,
hari dimana aku duduk berdua denganmu dibawah langit kota yang katamu indah dan menawan
hari dimana benar-benar cuma ada kamu ada aku dan ada cinta. bukan cuma sekedar kata. bukan cuma sekedar paragraf dalam percakapan kita di media online yang mungkin membuat orang-orang yang membacanya langsung menscroll down timelinenya.
hari dimana aku duduk berdua denganmu dibawah langit kota yang katamu indah dan menawan
hari dimana benar-benar cuma ada kamu ada aku dan ada cinta. bukan cuma sekedar kata. bukan cuma sekedar paragraf dalam percakapan kita di media online yang mungkin membuat orang-orang yang membacanya langsung menscroll down timelinenya.
dua
Dear Heratic Neid
di tempatku juga seharian ujan, tapi aku gak sadar sih. soalnya seharian juga aku tidur dan baru bangun pas baca twit darimu. gatau kenapa hari ini aku tidur seharian. jadi ikutan gaya rapelanmu yang tadinya aneh bagiku. lagian apa-apaan tau rapel tidur. eh ternyata begini rasanya ngerapel tidur setelah ngeronda ngejar desain yang ternyata cuma di coret abstrak kayak coretan anak umur 3 tahun yang lagi belajar nulis.
di tempatku juga seharian ujan, tapi aku gak sadar sih. soalnya seharian juga aku tidur dan baru bangun pas baca twit darimu. gatau kenapa hari ini aku tidur seharian. jadi ikutan gaya rapelanmu yang tadinya aneh bagiku. lagian apa-apaan tau rapel tidur. eh ternyata begini rasanya ngerapel tidur setelah ngeronda ngejar desain yang ternyata cuma di coret abstrak kayak coretan anak umur 3 tahun yang lagi belajar nulis.
Langganan:
Postingan (Atom)